Blog Archive

Followers

POST KAWAN!

Total Pageviews

View My Stats
Powered by Blogger.

Written By Huyang Jho on Wednesday, June 1 | Wednesday, June 01, 2011

Barangsiapa mengenal diri (sejati)nya, akan mengenal Tuhannya’. Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu. itu lah kata-kata Baginda Rasulullah SAW (walaupun masih ada banyak perdebatan mengenai siapa sebenarnya yang mengucapkan kata-kata tersebut, tapi di kalangan pejalan ruhani yang pernah mimpi bertemu dengan Baginda Rasul SAW, bahwa Beliau membenarkan bahwa kata-kata tersebut adalah kata-katanya —red.).

Tapi seberapa susahnya sebenarnya mengenal diri itu? Sebegitu pentingnya kah hal itu sehingga bisa menhantarkan seseorang pada suatu pengenalan yang sungguh agung, sesuatu yang dicita-citakan oleh siapa saja yang percaya, pengenalan akan Tuhan? Bukankah yang disebut “saya” ini ya saya, ya yang ini? Tidakkah kita semua tahu dan kenal diri kita sendiri?

Not so fast. Mari kita rasakan kisah ini.
: : : : : : :


Dalam keadaan sakratul maut, seseorang tiba-tiba merasa berada di depan sebuah gerbang. “Tok, tok, tok,” pintu diketuk.
“Siapa di situ?” ada suara dari dalam.
Lalu dia seru saja, “Saya, Tuan.”
“Siapa kamu?”
“Ahmad, Tuan.”
“Apakah itu namamu?”
“Benar, Tuan.”
“Aku tidak bertanya namamu. Aku bertanya siapa kamu.”
“Eh, saya anak ketua daerah, Tuan.” Wajahnya mulai terpinga pinga.
“Aku tidak bertanya kamu anak siapa. Aku bertanya siapa kamu.”
“Saya seorang hakim, Tuan.”
“Aku tidak menanyakan pekerjaanmu. Aku bertanya: siapa kamu?”
Sambil masih terpinga pinga karena tidak tahu mau menjawab apa, akhirnya ditemukanlah jawaban yang rada agama sedikit.
“Saya seorang Muslim, pengikut Rasulullah SAW.”
“Aku tidak menanyakan agamamu. Aku bertanya siapa kamu.”
“Saya ini manusia, Tuan. Saya setiap Jum'aat pergi solat ke masjid dan saya pernah bersedekah. saya juga puasa dan bayar zakat.”
“Aku tidak menanyakan amal mu, atau perbuatanmu. Aku bertanya siapa kamu.”
Akhirnya orang ini pergi dgn kecewa keluar, dengan wajah yang masih terpinga pinga.
Dia gagal di pintu pertama, tercegat dek  sebuah pertanyaan yang sungguh sederhana: SIAPA DIRI NYA YG SEBENAR.....

tidak semudah yg kita sangka, Cuba pikir, kita tak paham siapa kita, maka kita punya tradisi besar mengenalkan sesuatu terhadap diri kita: nama, jabatan, kedudokkan, jenis kelamin, warna kulit dan rambut, foto wajah (seperti yang di IC!). Kita melabel diri kita dengan sesuatu itu, kita pun nyaman dengan label itu, lalu merasa bahwa label itulah diri kita. Think again: apakah ‘aku’ sama dengan ‘tubuhku’?

oleh kerana itu kita harus mampu merenung kedalam. siapa sebenarnya yg ada dalam bungkus diri kita ini?… cari jalan kenal diri adalah wajib. carilah jalan itu kerana diri itu yg akan ditrima kembali kepada yg haqq.....
Kongsi Kepada Kawan Kawan :
Share on FB Tweet Share on G+ Submit to Digg

0 Org je Komen:

NickIbnor© 2014-2015. All Rights Reserved. Template By Nik Ibnor Hafis
Nik Ibnor Hafis ( vVxApitZxVv ) Nik Ibnor Hafis vVxApitZxVv Template NikIbnor